Indonesia Jumlah Perokok Terbesar Ketiga di Dunia

3 Jun 2016

 hari tanpa tembakau sedunia

Jangan biarkan masyarakat membunuh dirinya dengan candu rokok yang mematikan dan lawan propaganda dari iklan rokok yang aduhai

 

Setiap tanggal 31 Mei, dunia merayakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) atau World No Tobacco Day. Melihat judul di atas tentunya cukup memprihatinkan sebagai negara besar dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa Indonesia jumlah perokoknya tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India, menurut Global Adult Tobacco Atlas 2014.

 

Padahal kita tiap tahun selalu memperingati HTTS tersebut, apakah hanya sebagai seremoni saja.!!! Tentunya tidak, bahkan harus menjadi perhatian penting pemerintah bersama-sama untuk mengatasi dan mencari jalan keluar masalah tersebut, karena untuk berhenti dari kebiasaan merokok memang tidak mudah harus tumbuh dari dirinya sendiri.

 

Namun tidak salahnya pemerintah bisa mencegah dari sisi yang lain seperti menaikkan pajak tembakau agar harga rokok jadi mahal seperti negara-negara maju yang jumlah perokoknya sedikit, lalu membuka kawasan bebas asap rokok dan pelarangan bagi perokok di tempat umum maupun kendaraan umum sekaligus penjualannya harus diawasi usia dibawah 18th dilarang membeli rokok.

 

Yang ironisnya lagi promosi rokok hingga saat ini masih merajai billboard dipinggir jalan. Tidak dipungkiri pemasukan dari tembakau bagi negara cukup besar bahkan beasiswa masih disponsori oleh produsen rokok. Namun efeknya merokok mengakibatkan penurunan kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas generasi penerus bangsa berakibat terjadinya pembodohan dan pemiskinan yang berkelanjut dari generasi ke generasi sepanjang sejarah.

 

Kebiasaan buruk merokok di masyarakat Indonesia memang sudah kronis, saat ini kalau dilihat malah menjadi trend bahkan gaya hidup dikalangan remaja, rokok yang dianggap keren, gaul, dan maco terlihat terus meningkatnya usia muda yang sudah merokok, kebiasaan dan anggapan tersebut harus di hilangkan semua itu dapat merugikan dirinya sendiri selain munculnya berbagai penyakit, rokok dapat mematikan.

Timbulnya penyakit akibat merokok memang tidak terjadi langsung saat mulai merokok, tapi setelah 10-20 tahun kemudian.

 

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016, kali ini digelar di Gedung Bhakti Husada Taman Ismail Marzuki, Jakarta. HTTS 2016 menggelar acara talkshow bertemakan “Suarakan Kebenaran” dengan pesan utamanya “Jangan Bunuh Dirimu Dengan Candu Rokok”. Yang dipandu oleh dr Lula Kamal dan Ira.

 

Sebelum acara talkshow dimulai para undangan yang hadir terlebih dahulu menyanyikan lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” dilanjutkan dengan Doa. Acara dibuka oleh Ibu Lily Sriwahyuni Sulistyowati selaku Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes. Dilanjutkan dengan penampilan pantomin dari mahasiswa IKJ dan tarian dari SMPN7 Tangerang. Setelah itu sambutan dari WHO.

 

Setelah sambutan dari WHO dilanjutkan dengan acara yang ditunggu-tunggu talkshow, talkshow menjadi dua sesi, Sesi Pertama menghadirkan Dirjen Pencegahan Penyakit Kemenkes yang mewakili ibu Kemenkes, lalu perwakilan Pemkot DKI Jakarta,dan Kemdikbud.

 

Menurut Fattahilah, perwakilan dari pemkot DKI Jakarta, Dalam waktu dekat ini DKI Jakarta akan memberlakukan kawasan bebas rokok namun saat ini masih di godok. Saat talkshow berlangsung harapan dari perwakilan kemendikbud, “ Tidak Menerima sponsor rokok di lingkungan sekolah”. Setuju niih, semoga aja terealisasi.

Untuk talkshow kedua menghadirkan narasumber Tokoh Agama Buya Hamka, Musisi Sam Bimbo, Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan perwakilan kementrian Kesehatan.

 

Menurut Bang Arist Sirait ketua Komnas Perlindungan Anak, yang mengakibatkan anak-anak sudah merokok yaitu selain ikut-ikutan sudah menjadi gaya hidup dengan merokok dianggap kren, lalu Akses mendapatakan rokok sangat mudah, terakhir harganya yang terjangkau bagi anak-anak “Murah”.

Menurut Kang Sam Bimbo yang membuka sesi kedua dengan membawakan dua lagu salah satunya Sajadah. “ Dulu saya juga perokok sejak usia muda, bahkan bimbo juga disponsori oleh rokok, namun semenjak sakit saya berhenti hingga saat ini, kuncinya adalah Kesadaran Diri.”

 

Tips  menurut kang Sam awal-awal saat ingin berhenti merokok yaitu dengan “Mengemut biji cengkeh, tapi jangan mengganti dengan permen”.ujar Sam Bimbo. Permen malah mengundang ingin merokok kembali.

Selain itu, beberapa tips lain yang ingin berhenti merokok bisa di coba nih, udah pasti niat yang kuat, Hindari lingkungan dari para perokok, cari kesibukan 

Semua rangkaian acara memperingati HTTS2016, ditutup dengan pembacaan Puisi oleh Taufik Ismail dan penampilan dancer dari anal-anak sekolah dasar. Sekaligus tiap narasumber talkshow mendapatkan plakat apresiasi dari kementerian kesehatan yang langsung diberikan oleh Ibu Lily Sriwahyuni Sulistyowati selaku Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI.

 

Semoga dengan hari tanpa tembakau sedunia 2016 ini diharapankan berani bersuara lantang untuk menyuarakan kebenaran, Sekaligus jumlah perokok di Indonesia dapat berkurang, kawasan bebas rokok semakin banyak lagi dan pemerintah harus tegas dapat menaikkan pajak tembakau. Selain itu kebiasaan merokok dapat berhenti agar generasi yang baru dapat terbebas dari asap rokok maupun menghirup udara segar, dan menjadi generasi cerdas.***

 

Salam Sehat

Sumber foto dok pribadi & komnaspt.or.id


TAGS HTTS 2016 hari tanpa tembakau 2016 world no tobacco day #health


-

Author

Search

Recent Post